BEM FPISBS IPI Garut Nyatakan Ketidakpercayaan terhadap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut.
DelimaNews, Jum'at 31 Januari 2025 di kantor Dispora kab. Garut – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial Bahasa dan Sastra (BEM FPISBS) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyatakan ketidakpercayaan terhadap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut. Bapak Ade Hendarsyah, Pernyataan ini dikeluarkan setelah Kadispora tidak menghadiri audiensi yang telah dijadwalkan serta adanya dugaan tindakan penghalangan oleh staf Dispora terhadap audiensi tersebut.
Lebih parah lagi, tidak ada respon lanjutan dari kepala dinas pemuda dan olahraga kabupaten garut terkait kabar tidak hadir dalam audiensi. Hal ini membuat BEM FPISBS IPI Garut merasa tidak dihormati dan dikhianati.
Audiensi yang sedianya bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan kolaborasi mahasiswa mengenai isu-isu kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Garut itu mengalami hambatan akibat ketidakhadiran Kepala Dinas serta sikap staf Dispora yang diduga menghalang-halangi proses audiensi. Sikap tersebut dinilai mencederai prinsip demokrasi, keterbukaan, serta partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
Ketua BEM FPISBS IPI Garut, Ahmad Pauji menyayangkan sikap Kadispora dan jajarannya yang dianggap tidak menghargai upaya mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara resmi. "Kami sangat kecewa dengan ketidakhadiran Kepala Dinas yang seharusnya menjadi representasi pemerintah dalam mendengarkan suara pemuda. Lebih parah lagi, adanya tindakan staf yang justru menghambat audiensi ini semakin menunjukkan ketidakseriusan mereka dalam membangun komunikasi dengan mahasiswa," ujarnya.
Atas kejadian ini, BEM FPISBS IPI Garut menyatakan sikap ketidakpercayaan terhadap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut serta menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban atas tindakan yang dianggap mengabaikan aspirasi mahasiswa.
Mahasiswa berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar pemerintah daerah lebih terbuka terhadap aspirasi pemuda serta tidak menghalangi upaya komunikasi yang dilakukan secara prosedural. Jika tuntutan ini tidak direspons, BEM FPISBS IPI Garut tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah-langkah lanjutan guna menegakkan hak partisipasi mahasiswa dalam pembangunan daerah.
H. Deden S
Posting Komentar